Senin, 12 Desember 2016

Apa Solusi untuk Mengatasi Korupsi di Indonesia?

Sejarah mengenai korupsi sebenarnya sudah ada sejak zaman dahulu. Setidaknya, jika membuka buku sejarah kita akan menemukan bahwa di zaman Mesir kuno, di abad pertengahan, dan di zaman kejayaan Romawi, korupsi sudah merajalela. Intinya, korupsi terjadi di berbagai negara dan tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Akan tetapi, negara-negara berkembang seperti Indonesia merasakan dampak yang lebih signifikan karena korupsi dibandingkan dengan negara-negara yang lebih maju. Hal tersebut bisa dilihat dari tingkat kesejahteraan masyarakat di negara ini.

Di negara-negara maju seperti di Jepang, bahkan di Amerika Serikat sekalipun, sebenarnya praktek korupsi masih bisa ditemukan hingga saat ini. Hanya saja, jumlahnya sudah jauh berkurang.

Yang unik dan menarik, menurut para ahli, justru tingkat korupsi sangat jauh dan jarang terjadi pada masyarakat masyarakat yang ikatan sosialnya masih sangat kuat seperti di pedesaan dan pada masyarakat-masyarakat yang masih primitif di zaman dahulu.
 
Di era modern ini, bidang politik dan ekonomi yang terus berkembang serta bisnis yang semakin maju membuat banyak orang menjalani gaya hidup yang tidak lagi sederhana sehingga membutuhkan biaya yang lebih besar. Alasan tersebut mengemudian menyebabkan banyak orang yang tidak bisa mencukupi kebutuhan biaya hidupnya dengan gaji yang mereka miliki berusaha untuk mendapatkannya dengan cara lain. Salah satunya adalah dengan korupsi.

Korupsi tidak hanya menggelapkan atau mengambil uang yang bukan menjadi hak miliknya, melainkan secara luas korupsi juga bisa berarti menerima imbalan, hadiah, atau gratifikasi, menggunakan jabatan untuk tujuan tertentu yang tidak dibenarkan secara hukum, dan lain-lain.

Di Indonesia sendiri, KPK adalah salah satu lembaga pemerintahan yang sangat diandalkan dan sangat dipercaya oleh masyarakat dalam memberantas korupsi. Walaupun akhir-akhir ini juga keteteran dan seringkali kalah dalam beberapa persidangan. Kesan KPK yang semakin lemah membuat masyarakat mulai skeptis jika negara ini bisa bebas dari korupsi.

Namun sebagai rakyat kecil, kita harus tetap berdoa dan berharap jika suatu saat negara ini benar-benar bisa bersih atau paling tidak korupsi tidak lagi merajalela seperti saat ini.

Diakui atau tidak, tindakan korupsi sudah pasti sangat merugikan negara khususnya masyarakat. Korupsi menyebabkan roda pemerintahan berjalan tersendat-sendat dan begitu juga pembangunan di segala bidang.
Untuk bisa mengatasi korupsi di Indonesia, setidaknya ada beberapa tempat-tempat yang harus mulai direformasi diantaranya adalah:
 
Penegak hukum
Penegak hukum adalah tempat yang sangat rawan terjadi penyalahgunaan jabatan atau tempat yang sangat rawan dimana sering terjadi tindak korupsi dan sogok menyogok. Bukan suatu rahasia jika ada beberapa penegak hukum nakal di Indonesia yang bisa di suap, sehingga hukum seolah-olah bisa dijual beli.
 
Dalam setiap pengambilan keputusan
Para pejabat yang memiliki aku untuk mengambil keputusan-keputusan penting yang menentukan seringkali juga terjebak dalam lingkaran korupsi karena ada pihak-pihak tertentu yang ingin mendapatkan keuntungan dari keputusan-keputusan tersebut. Sehingga, mereka yang membuat keputusan seringkali dirayu dan diajak untuk berbuat curang.

Selain di dua tempat tersebut, beberapa tempat lain yang berpotensi menjadi tempat korupsi di antaranya adalah di pusat-pusat pelayanan kesehatan, badan perpajakan, dan termasuk juga di sistem pengadilan.

Walaupun upaya untuk menghilangkan atau mengatasi korupsi di Indonesia tidak pernah telah dilakukan oleh pemerintah, Namun nyatanya koruptor terus saja bermunculan dari tahun ke tahun. Tentu ada banyak alasan dan motivasi mengapa orang-orang bahkan para pejabat yang seharusnya memiliki kekayaan yang cukup mau melakukan korupsi. 

Diantara beberapa alasannya adalah karena ketamakan atau kerakusan dan karena kurang ketatnya sistem dan hukuman yang diberikan kepada pelaku korupsi.

Menurut saya pribadi, jika ingin koruptor tidak tumbuh subur di Indonesia, maka hukuman untuk para pelaku harus benar-benar ditegakkan dan diberikan hukuman maksimal yang dapat memberikan efek jera. Karena apapun sistem yang dijalankan, akan selalu ada celah yang bisa dimanfaatkan sebagai ladang untuk korupsi. 

Namun dengan adanya ancaman hukuman yang berat, mungkin hal tersebut akan membuat calon koruptor Berpikir sebelum berbuat curang.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.


 

Resensi Novel Laskar Pelangi

Resensi Novel Laskar PelangiResensi Novel Laskar Pelangi
Resensi Novel Laskar Pelangi – bangsatruk.com
Judul : Laskar Pelangi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka Yogyakarta
Tahun Terbit : 2005
Ketebalan Buku : 529 halaman

Novel ini bercerita tentang 10 anak dari keluarga miskin di pulau Belitong provinsi Bangka Belitung. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga yang berprofesi sebagai penambang timah.

Bunga Cantik di Balik Salju

Resensi Novel Bunga Cantik di Balik SaljuPengarang : Titik Andarwati
Penerbit : Diva Press
Ketebelan Buku : 458 halaman

Lana seorang wanita muda yang telah memutuskan untuk mengasuh Denniz anak temannya, saat itu temannya meninggal ketika melahirkan.

Denniz diasuh oleh Lana karena ayahnya Brian tidak mau mengakui sebagai anaknya. Dengan hadirnya Denniz, menjadi sebuah pertentangan dari keluarga Lana, namun lama kelamaan mereka pun menerima Denniz dan membantu merawatnya.

5 cm

Resensi Novel 5 CMPengarang : Donny Dhirgantoro
Penerbit : PT. Grasindo
Tahun Terbit : 2007
Ketebalan buku : 381 halaman

Novel 5 cm ini bercerita mengenai lima orang sahabat dan mereka telah bersahabat selama kurang lebih dari tujuh tahun, lima orang tersebut diantaranya Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta.

Mereka sangat kompak, dan memiliki impian masing-masing, saking kompaknya mereka selalu berpergian bersama-sama kemanapun mereka pergi. Berhubung mereka bosan karena sering bertemu setiap harus, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling komunikasi dan berpisah selama tiga bulan lamanya.

BELENGGU

Karya : ARJJIMIN PANE
Angkatan : 30 -an

Dokter sukartono menikahdengan seorang perempuanberparas ayu, pintar serta lincah.Perempuan itu bernama Sumartinidengan panggilan Tini. SebenarnyaDokter Sukartono tidak mencintaiSumartini. Begitu juga sebaliknyadengan Tini, ia tidak mencintaiDokter Sukartono. Mereka menikahberdua dengan membawa alasanmasing-masing. 

Judul : APA DAYAKU KARENA AKU SEORANG PEREMPUAN

Penulis : Sutan Nur IskandaTahun : 1923
Angkatan : 20 -an

Aku mau bersekolah karena Mamaknya orang yang berkuasa. Mamak lebih berkuasa daripada Bapak. Adat kebiasaan di kampung, kemenakan lebih dahulu ditawarkan oleh Mamaknya sebelum di berikan orang lain. Mamak meninggal, hilang sudah tempat pergantunganku. Tunangannya datang ke rumah. Ia ingin pergi ke Jakarta karena tidak nyaman tinggal di kampung. Ia adalah pengganti Ibu yang sudah meninggal. Ia berjanji jika sudah setahun ia akan kembali ke kampung. Aku risau, karena sebagian besar anak laki-laki yang sekolah di Jakarta tidak mau pulang ke kampung halaman. Teman-teman banyak yang datang mengadu kepadaku akibat menikah muda. Aku tidak boleh membantah, karena ini adalah kehendak orang tua. Sebagian besar suami tidak bertanggung jawab atas masalah kawin paksa. Mereka menganggap perempuan seperti benda yang tidak bernyawa. 

Judul : La Hami

Nama Pengarang : Marah Rusli
Angkatan : 20- an

Telah dua bulan lamanya, Ompu Keli dan istrinya menunggu dengan cemas keberadaan anak angkatnya La Hami yang telah disuruh pergi olehnya bertandang ke Gunung Donggo. Perjalanannya mengendarai kuda Sumba dengan senjata parang, tombak, panah, jerat, dan tanpa membawa bekal makanan. Perjalanannya dari sini ke Kempo melalui Sanggar, dompo, padende, lalu ke Gunung Soromandi. Di Sanggar, La Hami di sambut senang oleh Ompu Ito bahkan La Hami diberi bekal makanan olehnya. Selain perjalanannya ke Gunung Donggo, La Hami juga melakukan perjalanan ke Bima. Ketika perjalanan ke Bima La Hami mengalami beberapa halangan, La Hami turun dari Gunung Soromandi ke Bima tanpa menunggang Sumba. Ketika menyeberang menuju Bima, ikutlah nelayan yang bernama Kifa dan dia menginap di rumahnya. Di tempat tinggal Kifa kebetulan sedang ada perayaan Maulid Nabi dan upacara perayaan Sirih Puan yang diramaikan dengan permainan Kuraci (berpukul-pukulan badan dengan rotan) dan permainan bersepak kaki.